
Invalid Date
Dilihat 293 kali

Sebuah Ceriata Petani berhasil mengatasi tantangan dan Apa yang membuat Petani ini Sejahtera
Pada Tanggal 8 April tahun 2021 Yayasan Mitra Tani Mandiri masuk ke desa tune dan melakukan kegiatan pertama yaitu membuat kajian dengan menggunakan metode ABCD dari hasil kajian tersebut masyarakat desa tune dengan antusias memahami betapa pentingnya membanguan kekuatan untuk mengelola aset yang selama ini dibiarkan dengan kebiasaan lama (cara pandang lama)
Berdasarkan hal tersebut diatas pemerintah desa melakukan pendataan kelompok tani ditingkat RT dengan mengeluarkan format identifikasi kepada seluruh masyarakat yang minat terhadap kelompok tani. hal tersebut mendapat respon dari beberapa Ketua RT dan melaporkan nama kelompok tani dan anggota antara lain Kelompok Nekmese dari RT.014, Kelompok Neklilo dari RT.011, Kelompok Naimnasi dari RT.007, Kelompok Harapan dari RT.001, Kelompok Pelita dan Viadolorosa mereka terorganizir sendiri. Kelompok- kelompok tersebut yang menjadi kelompok pemula pendampingan di desa tune tahun 2021
Di tahun 2022 melalui musyawarah besar kelompok tani dikantor Desa Tune dengan agenda identifikasi kebutuhan kelompok dan evaluasi kinerja kelompok tani, maka terdapat beberapa kelompok yang masih menggunakan paradigma lama sehingga hasil musyawarah memutuskan perampingan kelompok tani yakni kelompok tani naimnasi, Neklilo, Nekmese dan viadolorosa dibubarkan dan masing-masing anggota kelompok menggabungkan diri dalam kelompok tani yang aktif, sedangkan anggota yang lain membentuk kelompok baru di antaranya Kelompok Usaha Bersama Simpan Pinjam (UBSP) Hatsampaot 24 Oktober Tahun 2022 Kelompok UBSP Mentari 24 Oktober Tahun 2022 Kelompok UBSP Adika Tahun 2023 Kelompok UBSP Talitakum Tahun 2024 Kelompok Tani Sinar Puinlam Kaenka (SPK) Tahun 2022, Kelompok Tani Sinar Baru Tahun 2022, Kelompok Tani Sinar Bubneo Tahun 2022, sedangkan Kelompok Pelita terbentuk tahun 2021
Melalui pembentukan kelompok UBSP dan Kelompok Tani tersebut diatas maka terjadi peningkatan produktifitas petani dari tahun sebelumnya karena terdapat pendampingan dan penerapan teknologi pertanian melalui pendamping Yayasan Mitra Tani Mandiri (YMTM) secara rutin dan Bantuan Bahan dan alat dari Pemerintah Desa Tune melalui Program Pemberdayaan Bidang Pertanian yang diuraikan sebagai berikut
|
Tahun |
Jumlah Anggaran |
Jenis Bantuan |
Sasaran |
|
2021 |
68.977.630 |
1.Pembangunan Bak Ikan Rp.19.967.980 2.Bantuan Bibit Sayur Rp. 42.400.000 3.Pelatihan Minyak Kemiri Rp. 6.609.650 |
Kelompok Tani |
|
2022 |
243.271.110 |
1.Bantuan Perikanan Rp.39.198.050 2.Bantuan Bibit Sayur Rp. 33.175.000 3.Bahan dan Alat Rp.126.660.000 4.Pelatihan Pengenalan Pengendalian Hama Terpadu Rp.27.513.030 5. Mesin Multi Fungsi Rp. 16.725.030 |
Kelompok Tani |
|
2023 |
230.518.792
|
1.Bibit ikan dan Pakan Rp.25.460.000 2.Pupuk dan obat Rp.50.429.000 3.Kultifator dan ipa Hdpe Rp.77.800.000 4.Bibit Sayur Rp. 20.665.000 5.Obat Vaksin Ternak Rp. 7.605.000 6.Pelatihan Pertanian Berkelanjutan Rp. 7.852.240 7.Pelatihan Pengolahan Pasca Panen Rp.18.495.500 8.Pelatihan Analisa Usaha Rp. 9.790.000 9.Pelatihan Pangan Lokal Bergisi Rp. 12.422.052 |
Kelompok Tani |
|
2024 |
198.784.000
|
1.Pengadaan Anakan Pinang Bonak Rp.11.200.000 2.Bibit Ikan dan Pakan Rp.39.100.000 3.Pupuk dan Obat Rp. 72.660.000 4.Viber, Pipa, Selang, Springkel Rp.25.200.000 5.Bibit Rp. 20.189.000 6.Mesin Kultifator Rp. 20.000.000 7.Obat Vaksin ternak Rp.10.435.000 |
Kelompok Tani |
|
2025 |
104.982.000
|
1.Bantuan Pakan Ikan Rp.17.331.000 2.Pengadaan Obat & Pupuk Rp.8.000.000 3.Pengadaan Viber, Pipa HDPe Rp. 36.531.000 4.Bantuan Bibit Sayur Rp.32.300.000 5.Bantuan Kelompok Pewarna Alam Rp. 10.820.000 |
Kelompok Tani |
|
Jumlah |
846.533.532 |
|
|
Bagikan:

Desa Tune
Kecamatan Tobu
Kabupaten Kab Timor Tengah Selatan
Provinsi Nusa Tenggara Timur
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini